RSS

Tawas dan Manfaatnya dalam Kehidupan

Tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat dengan formula M+M3+ (SO4)2.12H2O. M+ merupakan kation univalen, umumnya Na+, Fe+, Cr+, Ti3+ atau Co3+, tawas biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah amonium sulfat dodekahidrat. Tawas banyak digunakan oleh PDAM untuk memproses air sungai menjadi ari bersih (oleh karena itu disebut juga dengan nama populer Alum). Oh ya jangan tertukar dengan istilah Kaporit ya, yang digunakan untuk mematikan bakteri pada air. Jenis tawas lainnya adalah seperti Tawas Natrium untuk bahan pengembang roti, Tawas Kalium untuk pengolah limbah, Tawas Besi untuk penyamakan kulit dan bahan pewarna.

tawas

Kembali kepada kebutuhan sehari-hari, Anda dapat menemui bongkahan tawas dicemplungkan ke sumur pompa untuk membuat air jadi jernih. Ibu kita yang gemar memasak juga kadang menggunakan Tawas pada air rebusan untuk membuat mie dan baso. dan juga untuk penghilang bau pada masakan rebung (kuncup bambu).

Tawas juga digunakan untuk bahan dasar deodorant atau juga dioleskan langsung pada ketiak untuk menghindari bau badan.

 
 

Sistem Koloid

 

Sistem koloid (selanjutnya disingkat “koloid” saja) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 – 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).

Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.

Koloid memiliki bentuk bermacam-macam, tergantung dari fase zat pendispersi dan zat terdispersinya. Beberapa jenis koloid: Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2012 in kimia SMA

 

Frederick Soddy, Nobel Kimia penguak rahasia radioaktivitas

Frederick Soddy

Frederick Soddy, Penerima Hadiah Nobel Kimia tahun 1921, anak laki-laki dari Benjamin Soddy, pemilik toko di London, dilahirkan di Eastbourne, Sussex, Inggris, pada tanggal 2 September 1877. Ia dididik di kampus Eastbourne dan Universitas Wales, Aberystwyth.

Pada tahun 1895, ia mendapatkan beasiswa dari Kampus Merton, Oxford, yang mana dari universitas inilah ia lulus pada tahun 1898 dengan kehormatan kelas pertama dalam ilmu kimia. Setelah dua tahun penelitian di Oxford, ia pergi ke Kanada dan dari tahun 1900 hingga 1902 adalah Demonstrator di Departemen Ilmu Kimia Universitas McGill, Montreal. Di sini ia bekerja dengan Profesor Sir Ernest Rutherford mengenai permasalahan radioaktivitas. Bersama mereka mempublikasikan serangkaian paper tentang radioaktivitas dan menyimpulkan bahwa radioaktivitas adalah fenomena yang melibatkan disintegrasi atom dengan pembentukan zat baru. Mereka juga menyelidiki emanasi gas oleh radium. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2012 in Tokoh Kimia

 

Ikatan Ion

Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan nonlogam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.

Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.

Pembentukan ikatan ion bisa dilihat pada video berikut ini:

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2012 in kimia SMA

 

DAMPAK MERKURI TERHADAP MANUSIA DAN LINGKUNGAN

Sebagian besar merkuri yang terdapat di alam ini dihasilkan oleh sisa industri dalam jumlah ± 10.000 ton setiap tahunnya. Penggunaan merkuri sangat luas di mana ± 3.000 jenis kegunaan dalam industri pengolahan bahan-bahan kimia, proses pembuatan obat-obatan yang digunakan oleh manusia serta sebagai bahan dasar pembuatan insektisida untuk pertanian (Christian et al dalam Alfian, 2006). Aliran merkuri pada bisfer dapat dilihat pada gambar berikut:

Semua bentuk merkuri baik dalam bentuk metil maupun dalam bentuk alkil yang masuk ke dalam tubuh manusia secara terus-menerus akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak, hati dan ginjal (Roger, et al dalam Alfian, 2006). Read the rest of this entry »

 

Karakteristik Merkuri

Pada dasarnya, merkuri/raksa (Hg) adalah unsur logam yang sangat penting dalam teknologi di abad modern saat ini merkuri adalah unsur yang mempunyai nomor atom 80 serta mempunyai massa molekul relatif 200,59. Merkuri diberikan simbol kimia Hg yang merupakan singkatan yang berasal dari bahasa Yunani Hydrargyricum, yang berarti cairan perak (Alfian, 2006). Kebanyakan merkuri yang ditemukan di alam terdapat dalam bentuk gabungan dengan elemen lainnya, dan jarang ditemukan dalam bentuk elemen terpisah. Komponen merkuri banyak tersebar di karang-karang, tanah, udara, air dan organisme hidup melalui proses-proses fisik, kimia dan bahan biologi yang kompleks. Read the rest of this entry »

 

PERKENALAN ANGGOTA KELOMPOK

KULIAH PEMROGRAMAN KOMPUTER

 

KELOMPOK :

RATNA SARI DEWI (K3308009)

NOFI TANIA (K3308102)

WIDINDA NORMALIA ARLIANTY (K3308124)